TIMES TEMANGGUNG, JAKARTA – Perpustakaan terbesar milik NASA yang berlokasi di Goddard Space Flight Center, Greenbelt, Maryland, Amerika Serikat secara resmi ditutup permanen pada Jumat (2/1/2026) waktu setempat.
Perpustakaan yang menyimpan 100.000 volume dan telah menjadi pusat penelitian sejak 1959 ini merupakan bagian dari reorganisasi pemerintahan Donald Trump, yang rencananya akan menutup 13 gedung dan lebih dari 100 laboratorium di kampus seluas 1.270 hektar itu hingga Maret 2026.
Perpustakaan NASA Goddard Information and Collaboration Center telah mendukung pengembangan misi-misi besar, termasuk Teleskop Luar Angkasa Hubble dan James Webb.
Juru bicara NASA Jacob Richmond mengatakan bahwa koleksi perpustakaan akan ditinjau dalam dua bulan ke depan. Sebagian materi akan disimpan di gudang pemerintah, sementara sisanya akan dibuang.
Penutupan ini mengikuti penutupan tujuh perpustakaan NASA lainnya di AS sejak 2022. Senator Chris Van Hollen dari Maryland menyatakan keprihatinan mendalam atas langkah ini, menyebutnya sebagai bagian dari serangan terhadap pekerjaan NASA Goddard. “Laporan penutupan di Goddard ini sangat mengkhawatirkan. Saya akan terus menentang tindakan apa pun yang berdampak pada misi kritis Goddard,” ujarnya.
Setelah penutupan, peneliti yang membutuhkan bantuan dapat menggunakan layanan digital "Ask a Librarian" atau meminjam buku melalui layanan pinjam antar-perpustakaan dari perpustakaan badan federal lainnya.
Perpustakaan yang dinamai menurut perintis roket Amerika Robert H. Goddard ini didirikan pada 1959 sebagai kompleks penerbangan luar angkasa pertama NASA. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: NASA Tutup Perpustakaan Terbesarnya yang Telah Dukung Misi Hubble dan James Webb
| Pewarta | : Faizal R Arief |
| Editor | : Faizal R Arief |